17 May 2012

benarkah tiada guru, gurunya syaitan?

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته بسم الله الرحمن الرحيم

Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah pernah mengomentari perkataan tersebut sebagai berikut :

أمَّا قولُهم: "مَن لا شيخَ له؛ فشيخُه الشيطان"؛ فهذا باطل، ما له أصل، وليس بحديث. وليس لك أن تتَّبع طرق الشيخ إذا كان مخالفاً للشرع، بل عليك أن تتبع الرَّسول -صلَّى الله عليه وسلَّم- وأصحابَه -رضي الله عنهم وأرضاهم- ومَن تَبِعهم بإحسان، في صلاتك، وفي دعائك، وفي سائر أحوالك. يقول الله -جلَّ وعلا-: {لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ}[الأحزاب: 21]. ويقول -سبحانه وتعالى-: {وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ..} الآية [التوبة: 100]. فأنت عليك أن تتبعهم بإحسان باتِّباع الشَّرع الذي جاء به النَّبيُّ -صلى الله عليه وسلَّم- والتَّأسِّي بهم في ذلك وعدم البدعة التي أحدثها الصوفية وغير الصوفية. والله المستعان


“Adapun perkataan mereka (yaitu Shuufiyyah – Abul-Jauzaa’) : ‘barangsiapa yang tidak punya guru (syaikh), maka gurunya adalah setan’; maka perkataan ini adalah bathil. Tidak ada asalnya. Bukan pula hadits. Tidak boleh bagimu untuk mengikuti jalan seorang syaikh apabila ia menyelisihi syari’at. Bahkan wajib bagimu untuk mengikuti Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam, para shahabatnya radliyallaahu ‘anhum, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dalam shalatmu, doamu, dan seluruh keadaanmu. Allah ‘azza wa jalla berfirman : ‘Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu’ (QS. Al-Ahzaab : 21). Allah subhaanahu wa ta’ala juga berfirman : ‘Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik’ (QS. At-Taubah : 100). Maka wajib bagimu untuk mengikuti mereka dengan baik, dengan mengikuti syari’at yang dibawa oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam; serta mencontoh mereka dalam hal tersebut. Juga wajib bagimu untuk tidak berbuat bid’ah yang diada-adakan oleh Shuufiyyah dan non-Shuufiyyah. Wallaahul-musta’aan[selesai].

[dikutip dan diterjemahkan oleh Abul-Jauzaa’ dari bagian fatwa beliau rahimahullah yang ada di sini – sardonoharjo, ngaglik, sleman, yk - 12052012].

4 comments:

nurul said...

salam, maksudnya yang selama ini dimomokan sesiapa yg berguru dgn buku itu bermakna dia berguru dgn syaitan, adalah tidak benar lah ?

jzk.

zikri said...

kepada nurul;

ya, kata2 tersebut adalah bathil dan direka2 oleh golongan sufi.

periksa dahulu dari mana dalilnya, kemudian barulah kita sampaikan kpd orang lain.

bagaimanapun, sangat dianjurkan untuk kita semua supaya mendalami ilmu agama dengan orang yang faqih dan terpercaya.

membaca buku, dan setelah itu bertanya kpd yang faham.

adeq said...

terbaik blog nhe. sangat3 menjawab segala kecelaruan. keep it up.

zaini mohamad said...

" BACA BUKU = BERGURU DGN SETAN " adalah lebih banyak membantutkan ilmu pengetahuan dan BAKAL mendatangkan bala bencana yang MAHA DASYAT BERUPA KEBODOHAN kepada UMAT ISLAM SEJAGAT. UMAT ISLAM TAKUT MEMBACA SEMUA BAHAN BACAAN

- Baca akhbar/ Koran seorang diri = Setan
- Baca buku , majalah = setan
- Baca maklumat internet = Setan
- Ringkasnya buku, akhbar, tv, radio, internet dll = Setan
- BANYAK YANG MAHU DISETANKAN.
waduh !! bisa gawat ini

- SUMBER DIATAS SEMUANYA TIADA GURU.
- JANGAN LUPA KALO GURU SESAT BERWAJAH ISLAM DI HADAPAN ANDA ADALAH:-
1) AYAH PIN - Kerajaan Langit (Malaysia & Indonesia)
2) KAHAR - Rasul Melayu Malaysia
3) LIA EDEN
4) KANG JALAL - Syiah
5) ISA BUGIS
6) Ahmadiah Qadiani ,
7) Barelvi - berdoa pada Allah lewat kuburan
8) Tarekat, sufi tasaus sesat
9) Sekular, Plural, Liberal
10) DLL
Semua mereka ada tafsir tersendiri berupa Quran hadis dan logika tersendiri
Guru2 diatas bisa membimbing kita terus ke NERAKA JAHANAM.

Pd pendapat saya sebenarnya boleh baca berguru dan tidak berguru, tapi kena cross check dari berbagai2 sumber terutama guru manusia lewat media massa yang merujuk quran hadis dengan manhaj yang jelas. Yang paling penting doa mohon Allah bimbing kita mencari kebenaran.
SEMOGA ALLAH MENDEWASAKAN PIKIRAN KITA DIKALA MENYINGKAPI SESUATU ILMU.